Dunia Henie

Just another Blogdetik.com weblog

Cara Sang Filsuf Memilih Istri

Seorang pemuda berniat untuk menikah, kemudian ia diperkenalkan kepada seorang wanita. Ia lalu meminta nasehat kepada seorang filsuf, di antara ketiga wanita itu mana yang sebaiknya dipilih. Oleh sang filsuf ia diminta menguji ketiga wanita itu dengan memberikan kepada masing-masing sebuah kalung emas. Lalu sang pemuda melakukan perintah itu.

Wanita pertama yang menerima kalung tersebut merasa senang dan kemudian berkata, “Alangkah bagusnya kalung ini, aku belum pernah menerima kalung seperti ini sebelumnya”.


Wanita kedua juga menerima kalung tersebut lalu berkata, “Bagus sekali kalung ini, tentunya ia akan lebih indah jika ada liontin permata yang menghiasinya”.

Sedangkan wanita yang ketiga tidak mau menerima kalung melainkan langsung berkata,” Simpan saja kalung itu aku tidak memerlukannya, karena cintamu saja sudah cukup bagiku.”

Si pemuda lalu menceritakan reaksi ketiga wanita itu kepada sang filsuf. Berdasarkan reaksi ketiga wanita tersebut sang filsuf pun menjelaskan,


Wanita yang pertama adalah seorang yang pandai bersyukur dan akan senang dengan pemberian suaminya.

Wanita kedua adalah wanita yang tidak pandai bersyukur dan akan menuntut melebihi kemampuan suaminya.

Wanita ketiga adalah wanita yang tidak dewasa dan tidak realistis, dia tidak tahu bahwa berumah tangga tidak cukup hanya bermodal cinta saja.

Berdasarkan penjelasan tersebut si pemuda akhirnya memilih wanita yang pertama.

*copy dari Note: Arsila Hastuti

Contoh surat pembaca yang ‘aman’ dari Tuntutan….

Tulisan ini terinspirasi dari teman kita yang jadi korban gara2 nulis di surat pembaca. Kalo gw amati sih, yang dituntut enggak diterima dengan pernyataan penulis.
Tiba-tiba gw jadi pengen bikin surat pembaca yang isinya enggak bikin marah yang dituju. Semoga enggak terjerat sama pasal yang multitafsir itu, hehehe.

1. Tukang tagih kartu kredit datang dan berkata kasar.
Dear C***** , (tanda * buat samarin nama perusahaannya)
Saya ucapkan terima kasih, karena perusahaan saudara telah mengirimkan wakilnya untuk datang ke rumah. Mungkin, pintu di rumah saya terlalu tebal, hingga dia memukulnya dengan keras. Terima kasih pula telah membangunkan saya dari tidur siang. Kok, dia bisa tahu yah kalau saya memang butuh dibangunkan.

Maaf jika waktu itu saya belum sempat membuatkan minuman, karena wakil kantor saudara langsung menunjuk-nunjuk saya dan mengeluarkan kata2 yg membuat saya…..berkaca-kaca. Kalimatnya begitu dalam dan dahsyat, bak pujangga di siang hari dan bagai kilat di tengah gulita. Saya berpesan, sebaiknya wakil saudara itu dididik kembali, karena EYD dan pilihan katanya belum tepat. Saya khawatir apabila ada orang lain yang menerima sikap demikian, tidak hanya akan berkaca-kaca, tapi akan menangis.

Salam hormat,

2. Produk yang gagal.
Kemarin saya membeli kulkas F******* dari iklan di koran H***** . Kulkas satu pintu itu rupanya terlalu canggih buat saya, karena ada suara tambahan yang cukup keras. Dengungannya mengalahkan ocehan istri saya. Saya senang, karena sekarang istri saya mengoceh ke kulkas. Saya harap perusahaan dapat membuat produk lebih inovatif lagi. Kami nantikan.

3. Layanan RS yang lambat.
Kepada RS ******, kemarin saya berobat pada pukul 6 sore. Senangnya saya, karena saya tidak sendiri, banyak pasien mengantri di sana. Setelah tanya punya tanya, mereka tidak dilayani sejak dua jam lalu, karena dokter tidak di tempat. Terima kasih atas kondisi ini, akhirnya saya punya banyak kenalan di sana dan sering-seringlah seperti ini. Namun, kalau ada yang akan melahirkan cukup merepotkan nampaknya.

4. Tagihan telepon yang membengkak.
Saya pengguna kartu ******. Saya sangat gembira atas surat tagihan yang saya terima dua hari lalu. Angkanya….wow! Fantastis! Cukup banyak nol di sana. Seingat saya, tagihan sebelumnya nolnya tidak sebanyak itu. Darimana nol tersebut dapat bertambah yah?

Hehehe……….

Ada apa dengan laila008?

Setiap gw kasih alamat email gw ke orang, pasti akan tanya? “Hah, siapanya saras lo?”
“Itu kan artinya gila?”, maksudnya Laila Majnun.

Akhirnya gw pun harus menjelaskan kronologis dan asal muasalnya berulang-ulang. Karena itu alamat gw taro di imel gw, YM gw, fs gw, multiply gw, di mana-mana ada, kecuali toko onderdil terdekat.

Simak yee…gw males ulang-ulang. Dulu, mungkin 8 tahun yang lalu, gw baca buku Laila Majnun. Kisah cinta yang akhirnya jadi gila cowoknya, dan ceweknya meninggal. Bikin gregetan akhirnya, ketemu aja kok susah. Buku ini juga termasuk buku langka yang gw baca sampe abis selain Ayat2 Cinta yang gw pinjem dari temen

Gw pun bikin email pertama kali. Dulu dah punya email, namanya  henimanis at lovemail.com sama  henimanis at bolehmail.com. Tapi, karena kesannya narsis, gak jadi gw pertahankan email itu. Gw pun masukin kata laila.

Ternyata, banyak banget yang pake nama laila. Karena lagi ada film saras008, gw tulis deh laila008. Dan….BERHASIL! Makanya sampe sekarang gw pake alamat itu.

So, jangan tanya lagi yah, apa itu laila008?

Hidupku di Atas Maya

“Gile, mata lo kenapa bengkak? abis nangis?” tanya temen kantor gw.

“Neng, emangnya kerja apaan jam segini baru balik?” tanya supir angkot shift pagi yang mengangkut gw menuju rumah.

“Jam segini masih di warnet?” tanya temen chatting yang lagi chatting sama gw.

Itu adalah pertanyaan yang biasa gw denger terkait sama hobby gw yang satu ini. Banyak temen gw yang heran, kok bisa yah di warnet berjam-jam, ngapain aja siih? Ditambah, cewek pula, secara masyarakat kita belum menerima perempuan di luar rumah sampe pagi.

Perkenalan gw sama internet dimulai awal tahun 2000, waktu itu lagi heboh-hebohnya internet. Umur gw waktu itu 18 tahun lebih sedikit. Namanya juga masih ABG, pengen lah sekali-sekali ikutin arus informasi, biar enggak dibilang gaptek (gagap teknologi).

Pada tahun itu internet jadi primadona dan makhluk langka, kalo pun ada biayanya lumayan mahal, Rp.6000 per jam, dan mengantri. Karena gw udah niat belajar internet, gw pun banyak tanya sama mas-mas operator warnet (semoga dia gak BT waktu ajarin gw yang cerewet ini, hehehe).  Waktu itu belajar kenal yang namanya situs dan bikin e-mail. Gw pun bikin e-mail di lovemail dan bolehmail dengan username yang sama henimanis (dilarang protes kalo yang ini, hehehe).

Makin lama, kemampuan gw di dunia maya semakin terasah. Mulailah menjelajah ke MIRC, friendster, multiply, dan sangat jarang mengakses situs berita (maaf yah detik.com!). Gw dapat banyak temen baru dari situ, dari yang lurus berteman sampe ngajak yang enggak ‘jelas’. Atau nemu orang-orang di masa lalu. Sering juga yang dapat klien curhat, terutama setelah tahu kalo background gw konseling. Itung-itung tabungan akhirat lah.

Ternyata kekuatan dunia maya enggak cuma sampe situ. Gak jarang awalnya curhat, eh, ujungnya mereka naksir meski belum pernah ketemu (wakakaka, berasa laku bener yah). Kalo pun mereka ngajak ketemu, gw mah silakan saja, seperti pepatah gw “perbanyak sodara ketika masih muda dan petik bahagia ketika sudah dewasa”. Tapi tetep selektif lah.

Namun, ada pembelajaran berharga waktu di dunia maya. Jangan percaya 100% sama orang yang belum pernah ketemu. Sempet terjebak sama perasaan dan pas ketemu ternyata dia pasang foto orang lain. Gubrak! Sekarang pun nampaknya dia masih beredar di maya. Semoga Tuhan memberi dia petunjuk untuk insaf agar tidak makin banyak hati yang tersakiti….Amien.

Dari dunia maya pula gw melihat dunia lebih luas. Kenal sama orang bule dan melancarkan bahasa Inggris lewat chatting. Meski sekarang ini jarang gw lakuin lagi, soalnya ujung-ujungnya mereka chat buat cari istri, jarang yang murni bersahabat.

Seiring perjalanan waktu, upload foto dan nulis blog jadi aktivitas gw selain chatting.  Sekarang ada tiga situs yang biasa gw pake buat blogging. Ini yang bikin gw betah berjam-jam di warnet. Pulang pagi menjadi hal yang sering gw lakuin. Bahkan waktu malam tahun baru 2007, 12 jam gw di warnet. (Kids! don’t try this at home or warnet yah!). Efek lainnya adalah kalo ke kantor mata gw yang konon sudah sipit menjadi tambah tenggelam. Tidur di angkot jadi hobby tambahan sebagai ajang balas dendam tidur yang kurang.

Faktor lain yang mendukung gw betah di warnet karena warnet di Depok banyak yang 24 jam. Entah udah berapa rupiah gw tabung di warnet. Untungnya orang rumah sangat pengertian rupanya sama hobby gw yang satu ini. Meski sempat protes juga sih pada awalnya, hehehe.  Love u full mum pokoknya!

Berawal dari hobby nulis inilah akhirnya gw bekerja di bidang yang berhubungan sama liput meliput, tulis menulis, dan edit mengedit. Padahal cukup jauh hubungannya sama background gw bimbingan konseling. Mungkin Tuhan punya maksud lain, seperti pepatah gw “akan kubiarkan ‘tangan-tangan’ Tuhan bekerja”. Dari dunia maya pula gw kenal sama komunitas motor yang akhirnya mewarnai dunia gw yang lain, selain dunia kerja gw di HIV dan AIDS tentunya.

Kapok dengan asmara di dunia maya? Enggak juga tuh. Buat gw, justru itu makin bikin kita belajar gimana caranya menjalin hubungan dengan orang lain. Pengalaman guru terbaik bukan? Gw percaya, jodoh di tangan Tuhan, bukan di tangan dunia maya. Itu cuma alat perantara saja. (tumben gw bijak, salah makan apa yah?). Mungkin kalo zaman dulu udah ada internet, gw yakin lagu “surat cintaku yang pertama….bla….bla….” enggak akan tercipta.

Namun, gw sadar, gak selamanya gw akan ke warnet mulu lah. Akhir-akhir ini mulai dikurangin, secara kondisi fisik gw udah enggak semuda dulu. Apalagi kalo nanti berumah tangga, kasihan keluarga gw juga lah. Sekarang pun sedang berjuang buat beli laptop biar bisa on line di rumah. Menulis di blogdetik ini merupakan bagian dari perjuangan gw juga, hehehe.

Doakan gw yaah! Caiyooo…..

Motto: “memasyarakatkan maya dan memayakan masyarakat”

Halo dunia!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!